LOGO HIMA
TERBARU

29 Sep 2019

Mahasiswa PSKM ULM Bawa GAJAH (Gerakan Jamban Sehat) ke Desa Lok Baintan untuk Atasi BABS


Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM) Universitas Negeri Lambung Mangkurat (ULM) angkatan 2017 memberikan edukasi terkait dampak buang air besar sembarangan untuk mengurangi kasus BABS di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II dan telah dilakukan survei kepada 100 kepala keluarga di desa tersebut.

Hasilnya hampir seluruh responden melakukan BABS (Buang Air Besar Sembarangan) khususnya di sungai dikarenakan tempat tinggal yang mendukung dan juga karena telah terbiasa.

Dengan bermusyawarah bersama para pemuka Desa dan sejumlah tokoh masyarakat di Desa tersebut, akhirnya mendapatkan solusi yakni dibentuknya GAJAH yaitu gerakan jamban sehat. 

Terbentuknya gerakan tersebut disertai dengan pembangunan jamban yang dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok dan aparat desa, serta babinsa setempat.

Dengan terbentuknya gerakan ini diharapkan dapat mengurangi dampak BABS dan dapat memotivasi masyarakat untuk memiliki jamban sehat pribadi.

TPS SEHAT SEBAGAI ALTERNATIF WARGA MEMILAH SAMPAH


Sungai Tabuk Kota - Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat mengajak warga untuk membangun tempat pembuangan sampah (TPS) sehat yang dipisah menjadi organik dan anorganik. Kegiatan ini berlangsung di RT 2 Desa Sungai Tabuk Kota, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar dalam rangka program Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Pembangunan TPS sehat ini dilaksanakan setelah dilakukan analisis masalah kesehatan oleh mahasiswa dan didapatkan hasil bahwa 90% masyarakat desa belum memilah sampah organik dan anorganik dengan benar. Selama kurang lebih 20 hari, Andy, Rahmida, Rizkya, Dinda, Monika, Anisa, Rifka, dan Rizky yang tergabung dalam kelompok 13 PBL melakukan advokasi kepada aparat desa setempat untuk membangun TPS sehat tersebut.
Pembangunan TPS sehat ini melibatkan setidaknya 30 warga yang terdiri dari bapak-bapak yang bertempat tinggal di RT 2. Alat dan bahan bangunan seperti cangkul, batako, dan ember pun berasal dari warga setempat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dan memanfaatkan potensi yang ada di desa sehingga warga mempunyai rasa kepemilikan terhadap TPS tersebut.
 “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa Kesehatan Masyarakat ini, semoga kedepannya warga RT 2 bisa menjaga TPS yang sudah dibangun dan tidak membuang sampah ke sungai” ucap Pak Mulyadi, Ketua RT 2.
Sebelum kegiatan pembangunan TPS, Andy dan kawan-kawan juga melaksanakan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik yang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu yang merupakan warga RT 2 dengan tujuan apabila TPS sehat sudah terbangun, ibu-ibu bisa memilah sampah organik dan anorganik tersebut dengan benar.
Kegiatan ini mendapat antuasiasme dari warga. Andy dan kawan-kawan berharap agar fasilitas TPS yang sudah dibangun dapat digunakan sebagaimana mestinya sehingga kedepannya dapat memperbaiki kualitas kesehatan lingkungan masyarakat Desa Sungai Tabuk Kota.

21 Sep 2019

Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat FK ULM Mengajak Masyarakat untuk Merupiahkan Sampah


Tumpukan sampah di Desa Tajau Landung kian hari kian menumpuk. Dari hasil wawancara didapatkan 67% kepala keluarga membuang sampah ke sungai. Sampah-sampah yang menumpuk di sungai menjadi masalah utama karena menimbulkan bau yang tidak sedap dan beberapa penyakit seperti diare, disentri, tifus, hepatitis dan penyakit lainnya. Beberapa upaya pun telah dilakukan warga desa dalam menanggulangi masalah sampah, namun tumpukkan sampah terus saja meningkat.
“Sebenarnya dulu warga kami melakukan kegiatan membuat

kerajinan dari sampah anorganik. Tapi, itu hanya bertahan beberapa minggu saja dikarenakan kesibukan dan tidak adanya pelatih dalam pembuatan kerajinan itu sendiri”, ujar salah satu ibu di RT 3.
Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa angkatan 2017 Program Studi Kesehatan Masyarakat FK UNLAM di kelompok 11 pada kegiatan PBL berinisiatif membuat intervensi “Bank Sampah”. Intervensi tersebut dibuka dengan sosialisasi mengenai bank sampah oleh Sutjipto Rais selaku orang yang ahli dalam bank sampah dan DLH Kabupaten Banjar yang datang dalam peresmian bank sampah.
Keperluan bank sampah seperti timbangan dan buku tabungan di berikan oleh DLH, adapun penjualan sampahnya bank sampah Desa Tajau Landung bekerjasama dengan Desa Gudang Hirang yang sudah lebih dulu memiliki bank sampah.
Meski nanti para mahasiswa PBL sudah tidak berada di sana, untuk intervensi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut karena memiliki berbagai manfaat. Salah satunya, menjadikan lingkungan lebih bersih dan menguntungkan warga dari segi ekonomi.
“Kami berharap bila kegiatan PBL ini telah selesai para warga Desa Tajau Landung Kecamatan Sungai Tabuk, tetap semangat untuk mengelola sampah anorganik dengan mengumpulkan sampah anorganik di bank sampah”, tutur Abdullah selaku KAUR desa.

Peduli Lingkungan, Mahasiswa PSKM FK ULM Lakukan Program Ini untuk Atasi Masalah Sampah

  
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM yang mengabdi di Desa Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar melakukan beberapa kegiatan intervensi sebagai tindak lanjut dari hasil diagnosa komunitas yang sebelumnya sudah dilakukan oleh mahasiswa PSKM FK ULM untuk mengatasi permasalahan sampah di Desa Keliling Benteng Ilir. Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa PBL Kelompok 12, antara lain penyuluhan, pemilahan sampah, dan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah organik.

Melalui program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga ini, masyarakat memiliki kemampuan dalam mengelola sampah secara mandiri. Selain itu, program ini mampu mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah agar lebih ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat mencegah berkembang biaknya vektor penyakit, seperti lalat dan nyamuk mengingat sebagian besar wilayah Desa Keliling Benteng Ilir yang dikelilingi oleh sungai.

Selain itu, mahasiswa PBL kelompok 12 juga menyediakan fasilitas berupa tempat sampah dan pupuk cair em4. Tempat sampah dan pupuk cair em4 yang disediakan masing-masing sebanyak 8 buah dan kemudian akan disebar di beberapa titik di tiga RT. "Alhamdulillah, adanya program ini dapat menyediakan tempat sampah dalam mendorong masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan." tutur seorang warga Desa Keliling Benteng Ilir. Selama ini, tindakan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu membuang sampah ke sungai dan membakar sampah di halaman rumah yang tentunya kegiatan tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

“Kami berharap dengan adanya program intervensi pengelolaan sampah organik ini dapat membantu untuk mengatasi permasalahan sampah di lingkungan Desa Keliling Benteng Ilir.” tutur Muhammad Faizal selaku ketua kelompok 12 PBL.

Kurangi BABS, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat bangun jamban sehat di Sungai Tandipah


Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM), Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2017 telah melakukan PBL (Pengalaman Belajar Lapangan) di Desa Sungai Tandipah. Sebagian besar wilayah Kecamatan Sungai Tabuk berupa daerah pesisir sungai. Salah satunya desa Sungai Tandipah hampir seluruhnya adalah daerah pesisir sungai.  Hal ini membuat warga cukup kesulitan membuat jamban sehat karena tak bisa membangun septictank di daerah pesisir sungai. Tak heran jika masih banyak masyarakat yang membangun jamban di sungai. Karena lebih mudah dibuat serta hemat biaya.
Tak ada septictank layaknya jamban sehat pada umumnya. Semua kotoran langsung dibuang ke sungai. Sekitar 86% penduduk desa Sungai Tandipah masih Buang Air Besar Sembarangan. Kebiasaan penduduk menimbulkan pencemaran dan berdampak terhadap kesehatan.
"Dari kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL),  kami telah menyurvei 100 kepala keluarga di desa tersebut, dan menemukan kasus diare yang sangat tinggi dikarenakan kurangnya jamban sehat di setiap rumah. Penduduk disana masih menggunakan jamban yang kurang sehat, yaitu tidak adanya tempat penampungan tinja" ujar Hafizul selaku ketua kelompok
Dalam upaya membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat maka dibentuknya program pembangunan jamban sehat dari hasil musyawarah bersama para pemuka desa dan sejumlah tokoh masyarakat di desa. Kegiatan tersebut dikemas dengan tema "pembangunan jamban sehat yang untuk mengurangi kasus Buang Air Besar Sembarangan" di desa tersebut.
Pembangunan jamban sehat dilakukan di tempat yang strategis, karena berdekatan dengan Sekolah Dasar serta di permukiman warga. Proses pengerjaan jamban sehat berlangsung selama tiga hari yang dilakukan oleh warga setempat, Jumat (6/9/2019) Terlaksananya program pembangunan jamban sehat tidak terlepas dari bentuk dukungan Kepala Puskesmas Sungai Tabuk III.
Dengan adanya program jamban sehat  yang dilakukan bertujuan mengenalkan kepada masyarakat bahwa perilaku hidup bersih dan sehat juga bisa dilakukan oleh warga yang tinggal di daerah pesisir sungai. Dan diharapkan masyarakat bisa mencontoh pembangunan jamban sehat dan bisa membangun secara mandiri.

 
Copyright © 2016 HIMA KESMAS ULM
Design by ICT HIMA PSKM |