LOGO HIMA
TERBARU

8 Sep 2019

“BERSAMA WUJUDKAN SUNGAI MARTAPURA BEBAS SAMPAH”


        
 Membuang sampah ke sungai sudah menjadi hal lumrah bagi masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran sungai tidak terkecuali untuk Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Terhitung sejak tanggal 4 Februari 2019 mahasiswa yang tergabung di Kelompok 9 Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat bersama dengan warga desa setempat saling berkerja sama untuk mengatasi permasalahan membuang sampah ke sungai.

Melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, warga setempat diberikan penyuluhan tentang pengelolaan sampah yang baik dengan membuang sampah pada tempatnya. Selain melakukan penyuluhan, kegiatan PBL ini juga memberikan pengadaan sarana dan prasarana berupa tempat sampah dan motor bak dari kontribusi mahasiswa PBL, warga desa Pemakuan dan donatur-donatur lainnya. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari warga setempat yang memang menginginkan sebuah perubahan.
“Kami selaku mahasiswa PBL di Desa Pemakuan ini berharap apa yang kami laksanakan bersama warga dapat membantu dalam mengatasi permasalahan kesehatan terutama masalah sampah”. Ucap salah satu mahasiswa PBL


Ayo Perbaiki Status Gizi Pada Remaja Putri Bersama Kader MALIKA Di Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk


Mahasiswa-Mahasiswi dari kelompok 15 program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2017 melakukan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada (11/06/19).

Sebelumnya mereka sudah pernah PBL di Desa Lok Buntar (04/02/19) dengan melakukan diagnosa komunitas untuk mencari berbagai masalah kesehatan yang ada di desa tersebut. Hasil dari diagnosa komunitas, kemudian dimusyawarahkan bersama dengan warga desa, ternyata ditemukan adanya permasalahan dari remaja putri yang memiliki status gizi yang harus diperbaiki serta lingkar lengan atas (LiLA) yang berada dibawah batas normal, yakni 23,5 cm. Dari hasil musyawarah tersebut, mereka dapat mengambil keputusan apa yang akan di intervensi selanjutnya pada KKN mereka yang kedua di Desa tersebut.

Kedatangan mereka yang kedua ini disambut baik oleh warga di Desa Lok Buntar, hal ini dapat dibuktikan dengan antusiasme warga dalam membantu mahasiswa ULM untuk bersama-sama memperbaiki status gizi sebagai upaya untuk pencegahan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada remaja putri.

Sasaran intervensi mereka adalah remaja putri yang berada di Mts Miftahul Ulum Desa Lok Buntar, “Mengapa hanya remaja putri di Mts Miftahul Ulum, karena diharapkan dari remaja tersebut nantinya bisa menyebarluaskan lagi kepada teman-temannya lain bahwa bahaya apabila tidak menjaga kesehatan sejak dini.” ucap Alif Nur Gusti Legawa selaku ketua kelompok 15.

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada remaja putri apabila tidak segera diatasi akan berpengaruh terhadap kesehatannya bahkan sampai ia sudah menikah nanti terutama pada masa kehamilannya akan berpotensi besar melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), janin tidak berkembang, dan juga beresiko menyebabkan kematian ibu saat melahirkan.

Para mahasiswa memberikan pengetahuan mengenai penyuluhan tentang kesehatan remaja, serta melakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, Lingkar Lengan Atas (LiLA), pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mengetahui remaja tersebut sedang anemia atau tidak, serta pembagian tablet tambah darah.

Adapun dampak buruk bagi remaja putri yang mengalami anemia diantaranya menurunkan daya tahan tubuh sehingga penderita anemia mudah terkena penyakit infeksi, menurunnya kebugaran dan ketangkasan berpikir karena kurangnya oksigen ke sel otot dan sel otak serta menurunnya prestasi belajar dan produktivitas kerja/kinerja. Apabila tidak segera diatasi akan berdampak buruk dan bahkan akan terbawa hingga ia hamil.

Dalam kegiatan tersebut mereka bersama dengan siswa-siswi disana membentuk sebuah kader yang dinamakan “Kader Remaja Putri Peduli Kesehatan (MALIKA)” yang berjumlah 10 orang dari kelas VII dan VIII. Kader tersebut dibekali dengan pelatihan khusus seperti diajarkan cara mengukur tinggi badan, Lingkar Lengan Atas (LiLA), berat badan, dll. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari agar bisa memeriksakan kesehatan teman-temannya yang lain serta bersama-sama memperbaiki status gizinya.








Sosil 17/06/19
Penyuluhan 24/06/19
Tes kesehatan 25/06/19
28-29 pelatihan kader

MAHASISWA PSKM FK ULM CEGAH PERMASALAHAN GIZI BALITA DENGAN GARDO GIZI




Mahasiswa yang tergabung pada kelompok 14 PBL (Pengalaman Belajar Lapangan) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM ini terdiri dari Rusadi, Sri Ikhza Muliyani, Fitri Febrianti, Norajizah Safitri, Aulia Shafarina dan Siti Ummi Kalsum melakukan kegiatan intervensi kesehatan kepada masyarakat desa Lok Baintan Dalam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yang berkerjasama dengan Puskesmas Sungai Tabuk 2.
Kegiatan intervensi yang dilaksanakan adalah GARDO GIZI (Gerakan Dorongan Gizi), yang meliputi beberapa kegiatan yaitu penyuluhan terkait masalah gizi pada balita seperti marasmus dan kwashiorkor, selain itu juga disampaikan beberapa upaya pencegahannya. Kegiatan lain yang juga dilaksanakan adalah kegiatan demo memasak yang mengunakan bahan-bahan lokal yang didemokan oleh ahli gizi dari Puskesmas Sungai Tabuk 2.

Untuk keberlanjutan program, mahasiswa PSKM FK ULM juga melakukan upaya pengkaderan untuk kegiatan tersebut yang diharapkan impact dari kegiatan tersebut ialah ibu-ibu dapat membuat beragam makanan tambahan (PMT) dengan bahan lokal yang ada di Desa Lok Baintan Dalam. Kegiatan terakhir yang dilaksanakan adalah optimalisasi posyandu yaitu dengan melengkapi beberapa fasilititas posyandu seperti penyediaan alat kesehatan yaitu microtoise, timbangan injak selain itu dilengkapi dengan fasilitas 5 meja.
Menurut Faturrahman selaku Plt. Pambakal Desa Lok Baintan Dalam “kegiatan penyuluhan dan demo memasak dari mahasiswa PSKM FK ULM sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat terutama bagi para ibu balita. Kegiatan ini juga dapat menambah pengetahuan ibu-ibu di desa Lok Baintan Dalam terkait gizi kurang serta dapat mencegah terjadinya kejadian gizi kurang didesa.”
Selain itu juga terdapat harapan besar dari mahasiswa PBL kelompok 14 tersebut “Kami berharap dengan adanya program intervensi GARDO GIZI ini desa Desa Lok Baintan Dalam terhindar dari permasalahan gizi balita dan Ibu-ibu dapat memantau tumbuh kembang balita setiap bulan ke Posyandu” Ujar Rusadi selaku ketua kelompok.

5 Sep 2019

Kurangi Perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di Desa Sungai Bakung, Mahasiswa PSKM (Program Studi Kesehatan Masyarakat) FK ULM (Universitas Lambung Mangkurat) Turun Langsung ke Desa.




KELOMPOK 16 PBL II DESA SUNGAI BAKUNG, KECAMATAN SUNGAI TABUK, KABUPATEN BANJAR


Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa kesehatan masyarakat yang diharapkan mampu melaksanakan stategi promosi kesehatan yang dikenal dengan ABG (Advokasi, Bina Suasana, dan Gerakan Pemberdayaan Masyarakat).

Pada PBL II yang berlangsung dari tanggal 10 Juni 2019 – 30 Juni 2019 sebanyak enam mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat FK ULM melaksanakan kegiatan intervensi di Desa Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Mahasiswa tersebut melakukan intervensi berupa tindak lanjut dari permasalahan yang didapatkan dari hasil diagnosa komunitas yang sebelumnya sudah dilakukan pada PBL I (4 Februari 2019 – 28 Februari 2019).  Hasil dari kegiatan PBL I yaitu masih banyaknya masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan di sungai, hal tersebut menjadi masalah mengingat masyarakat sendiri masih menggunakan air sungai tersebut untuk kebutuhan rumah tangga.


Intervensi yang dilakukan oleh mahasiswa PBL yaitu melakukan penyuluhan tentang Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) kepada masyarakat Desa Sungai Bakung. “Tujuan diadakannya penyuluhan ini guna menambah pengetahuan masyarakat Desa Sungai Bakung agar tidak lagi buang air besar sembarangan, khususnya di sungai” ujar Andin selaku ketua kelompok PBL.

Selain kegiatan penyuluhan, mahasiswa juga membangun satu bangunan WC Sehat di salah satu rumah warga agar masyarakat sekitar mengetahui bagaimana bangunan WC yang sehat dan mereka mampu mencontoh bangunan WC sehat tersebut. “Diharapkan dengan adanya percontohan bangunan WC sehat ini, dalam waktu dekat masyarakat juga ikut membangun WC sehat seperti ini juga dan dapat menciptakan sanitasi lingkungan yang baik dan sehat” kata pembakal Desa Sungai Bakung, M. Padheli.

25 Agu 2019

Orangtua dan Alumni Ikut Kuliah Perdana Bersama Mahasiswa Baru PSKM ULM

apahabar.com







Ketua PSKM, Fauzie Rahman, Ketua panitia acara, Rudi Fakhriadi beserta para narasumber acara kuliah perdana mahasiswa baru PSKM saat foto bersama. Foto-Dok PSKM FK ULM for apahabar.com
apahabar.com, BANJARMASIN – Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (PSKM FK ULM) memiliki cara baru dalam menyambut mahasiswa baru.  Yaitu dengan menggelar kuliah perdana bersama dengan orangtua, alumni dan mahasiswa baru di Gedung Auditorium ULM, Banjarbaru, Sabtu (24/08).
“Kami mengadakan kuliah perdana dengan tema profil lulusan sarjana Kesehatan Masyarakat dan temu orang tua wali mahasiswa baru yang terbagi menjadi tiga sesi,” ucap salah satu Dosen PSKM, Hadrianti kepada apahabar.com
Sesi pertama merupakan sharing dan diskusi dengan delapan narasumber yang juga merupakan alumni PKSM. Sesi kedua tentang pengenalan PSKM yang terdiri dari pengenalan kurikulum, program peminatan, Aplikasi SIMARI dan portal orangtua, pengembangan prestasi mahasiswa serta early warning system.
Lalu dilanjutkan dengan sesi ketiga dengan beberapa materi diantaranya pengenalan empat departemen PSKM yaitu Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Departemen Kesehatan Lingkungan dan Departemen Epidemiologi.
“Kuliah perdana tersebut menghadirkan delapan narasumber yang juga merupakan alumni dari PSKM.,” lanjutnya.
Adapun tujuan pengenalan dengan cara yang berbeda pada kuliah perdana kali ini adalah untuk mempertemukan mahasiswa dan alumni, agar mahasiswa baru tahun 2019 termotivasi menjadi lulusan PSKM yang unggul dan berdaya saing. Hal ini sesuai dengan harapan dari Ketua PSKM, Fauzie Rahman.
“Jadi harapan kami, mahasiswa baru maupun mahasiswa lama mampu mengimplementasikan visi PSKM yaitu menjadi mahasiswa yang unggul dan berdaya saing dalam kesehatan masyarakat khususnya di lingkungan lahan basah,” ungkap Fauzie.
Keikutsertaan orang tua juga diharapkan menjadi momen istimewa yang dapat dikenang bersama.
“Acara ini merupakan momen istimewa yang akan dikenang oleh orang tua dan mahasiswa, karena PSKM juga turut mengundang orang tua atau wali mahasiswa untuk berbincang-bincang mengenai prospek masa depan anak-anak mereka yang berkuliah di PSKM,” ungkap Ketua panitia acara, Rudi Fakhriadi

Jumlah peserta yang hadir pada acara tersebut adalah 700 orang yang terdiri dari 198 orang tua, 50 dosen dan tamu undangan serta 452 mahasiswa PKSM. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM Dr Ir H Muhammad Fauzi MP serta jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran ULM seperti wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dr Edyson MKes.
Sumber : https://apahabar.com/2019/08/orangtua-dan-alumni-ikut-kuliah-perdana-bersama-mahasiswa-baru-pskm-ulm/ 
 
Copyright © 2016 HIMA KESMAS ULM
Design by ICT HIMA PSKM |