LOGO HIMA
TERBARU

5 Feb 2018

KELOMPOK 7 PBL II DESA DAMAR LIMA, KECAMATAN BATU AMPAR, TANAH LAUT


ARISAN JAMBAN_ Kegiatan PBL 2  (Pengalaman Belajar Lapangan) Kelompok 7 yang beranggotakan M.Azmi Ma’ruf, Dwi Riyanti, Jannatun Ni’mah, Noor Inayah dan Pebriyanti Karolina yang dibimbing oleh ibu Ratna  Setyaningrum SKM.MSc, bertempat di Desa Damar Lima, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut telah dilaksanakan. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan bagi warga yang belum memiliki jamban sehat keluarga serta kegiatan arisan dan pembangunan jamban bagi 6 keluarga yang mengikuti kegiatan arisan. Kegiatan arisan dilakukan dengan bantuan dana dari pihak lain sebesar 50% dan 50% lainnya didapatkan dana dari warga yang mengikuti arisan. Hingga saat ini telah terbangun 3 jamban keluarga bagi mereka yang mengikuti arisan.
Kegiatan pembangunan jamban dilakukan melalui kerjasama antara mahasiswa dengan pihak Koramil Batu Ampar, Puskesmas Tajau Pecah, Dinas Kesehatan Tanah Laut serta masyarkat yang mengikuti kegiatan arisan. Dengan adanya kerjasama ini membuat kegiatan pembangunan lebih mudah diselesaikan. Kedepannya diharapkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat mensukseskan kegiatan yang dilaksanakan karena seperti kata pepatah bahwa bersama kita bisa. SALAM MAHASISWA!!

CP: 085849672250 (Jannatun Ni’mah)

KELOMPOK 11 PBL II DESA DAMIT HULU, KECAMATAN BATU AMPAR, TANAH LAUT

Gerakan Mayarakat Peduli Sampah
“Saya Peduli Sampah!!!”
Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau dari proses alam yang berbentuk padat. Laju produksi sampah terus meningkat, tidak saja sejajar dengan laju pertumbuhan penduduk tetapi juga sejalan dengan meningkatnya pola konsumsi masyarakat. Di sisi lain kapasitas penanganan sampah yang dilakukan masyarakat maupun pemerintah daerah belum optimal. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitarnya. Salah satu permasalahan yang kerap menjadi permasalahan diberbagai Kabupaten/Kota dan dekat dengan masyarakat adalah masalah pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah menjadi hal yang penting karena jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan permasalahan yang lebih kompleks seperti pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat yang sedang melakukan kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan di Desa Damit Hulu, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Mahasiswa Kesehatan Masyarakat tersebut terdiri dari M. Kharis Gifari, M. Zainal Abidin, Annida Hasanah, Mia Arpilawati, Rengi Sarhana Dewi dan Rohana, mempunyai berbagai program dalam menangani permasalahan sampah yang ada di Desa Damit Hulu. Dalam menangani hal tersebut mahasiswa Kesehatan Masyarakat melakukan pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, merubah sikap dan perilaku masyarakat dalam menangani permasalahan sampah.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kesehatan Masyarakat sedang melakukan Penyuluhan tentang permasalahan dan solusi sampah kepada masyarakat Desa Damit Hulu yang diadakan di Balai Desa Damit Hulu (27/01/2018). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang jenis dari sampah, dampak dari sampah, dan lain-lain. Dalam hal ini masyarakat Desa Damit Hulu diwakilkan oleh Ibu Rumah Tangga, dikarenakan Ibu Rumah Tangga mempunyai peran penting dalam menangani sampah rumah tangga.
Dalam meningkatkan pengetahuan, mahasiswa Kesehatan Masyarakat tidak hanya berpaku pada kalangan dewasa, tetapi juga melakukan Penyuluhan pada anak-anak sekolah dasar, dalam hal ini SDN Damit 4 menjadi sasaran dalam kegiatan ini, partisipasi siswa/i SDN Damit 4 sangat antusias dan aktif dalam kegiatan Penyuluhan tentang permasalahan dan solusi sampah (31/01/2018).

Sampah sendiri terdiri dari 2 jenis yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik ialah sampah yang mudah busuk seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan lain-lain, sedangkan sampah anorganik ialah sampah yang tidak mudah membusuk seperti kaleng, plastik, botol dan lain-lain. Sampah pada dasarnya bisa diubah menjadi benda yang berdaya guna sehingga dalam hal ini mahasiswa Kesehatan Masyarakat mengajak masyarakat di Desa Damit Hulu untuk berpartisipasi dalam pembuatan kompos dari sampah organik (27/01/2018).

Adapun untuk sampah anorganik mahasiswa Kesehatan Masyarakat membuat suatu program dengan sasaran anak sekolah dasar yaitu dengan mendaur ulang gelas plastik menjadi kerajinan tangan yang bermanfaat. Dengan adanya program tersebut, selain dapat mengurangi angka sampah, anak-anak sekolah dasar yang menjadi sasaran mampu meningkatkan kreatifitas dan keterampilan dalam kerajinan tangan (31/01/2018).

Perlu diketahui bahwa di Desa Damit Hulu masih belum mempunyai Tempat Penampungan Sementara (TPS), maka dari itu mahasiswa Kesehatan Masyarakat mempunyai program dalam menangani hal tersebut dengan diadakannya pengadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Desa Damit Hulu. Hal ini dilakukan agar angka sampah di Desa Damit Hulu berkurang dan mengubah perilaku masyarakat Desa Damit Hulu yang terbiasa membakar sampah dan membuang sampah sembarangan.

Program mahasiswa Kesehatan Masyarakat dalam pengadaan TPS ditujukan sebagai TPS percontohan untuk 1 Dusun, dan diharapkan nantinya dapat diduplikasikan di setiap Dusun Desa Damit Hulu.

Diharapkan dengan adanya berbagai program tersebut, angka sampah yang ada di Desa Damit Hulu dapat berkurang dan dapat merubah perilaku masyarakat dalam menangani permasalahan sampah di Desa Damit Hulu.   

KELOMPOK 6 PBL II DESA TAJAU MULYA, KECAMATAN BATU AMPAR, TANAH LAUT




“Mewujudkan pilar ke-5 STBM melalui kegiatan PBL Mahasiswa PSKM FK ULM di desa Tajau Mulya, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan”

Dalam rangka kegiatan intervensi PBL (Praktik Belajar Lapangan) Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru mengadakan kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan pembuatan Saluran Pembuangan Saluran Air Limbah Sederhana di desa Tajau Mulya, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Di desa Tajau Mulya kelompok PBL nya terdiri dari M. Khalilur Rahman, Alpinah, Norhasanah, Siti Alifah Nuria Utami dan Sherly Theana. Ada 2 rangkaian kegiatan dalam waktu 2 minggu, yang pertama kegiatan Penyuluhan mengenai Saluran Pembuangan Air Limbah Sederhana yang di adakan pada tanggal 21 Januari dan yang ke dua kegiatan Pelatihan pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah Sederhana diadakan pada tanggal 25 Januari 2018. Sasaran kegiatan ini adalah warga desa Tajau Mulya terutama warga yang tidak mempunyai Saluran Pembuangan Air Limbah. Maka dari itu, mahasiswa memberikan program intervensi berupa kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan pembuatan Saluran Pembuangan Saluran Air Limbah Sederhana di desa Tajau Mulya. Pada saat kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan warga sangat antusias, hal tersebut terbukti pada saat kegiatan banyak warga yang bertanya. Pada saat Pelatihan, juga didampingi pihak Puskesmas Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar yaitu Ibu Yuliana, beliau berharap kegiatan ini dapat mewujudkan 5 pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yaitu pada pilar ke-5 Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga.

KELOMPOK 3 PBL II DESA BATU AMPAR, KECAMATAN BATU AMPAR, TANAH LAUT



                                                                                                                           
Masyarakat diberdayakan dengan inovasi saluran pembuangan air limbah (SPAL). Teknologi sederhana diterapkan, di Desa Batuampar Tanahlaut. Oleh mahasiswa kesehatan masyarakat Kelompok PBL 3, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat.
Prosesnya, tanah dilubangi sedalam 110 cm dengan sisi juga 110cm, dasar lubang diberi batu koral, lalu ditaruh drum bekas yang sudah dilubangi di atas batu tadi.
Sela-sela drum diselingi sabut kelapa dan baru koral. Lalu dibuat saluran limbah dari pasangan batu bata dan diberi kawat agar mencegah kotoran tidak langsung masuk ke drum.
Untuk penutupnya menggunakan papan disemen secara permanen. Kini rumah Sudar di RT 9 Desa batu ampar sudah dengan teknologi SPAL.

Kegiatan Pembekalan Kader SPAL digelar dan disambut antusias masyarakat di Kantor Desa Batu Ampar. Dihadiri perwakilan RT/Ketua RT dan Kader SPAL serta Aparat Desa Batu Ampar.
Dihadiri Yuliana, S.ST dari unit Kesling Puskesmas Tajau Pecah sebagai Pemateri dan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat sebagai fasilitator.
Saking antusiasnya, Mulyono dari kecamatan batu ampar pun hadir. Jumari kader SPAL juga hadir berikan materi. Maksud dan tujuan pembuatan spal ini untuk menyaring kotoran sisa pembuangan limbah dan tidak langsung membuang air limbah dapur atau kamar mandi ke tanah yg membuat tanah menjadi bau dan menjadi vektor penyakit.
Sehingga lingkungan dapat menjadi bersih, memiliki estetika, dan terhindar dari bahaya penyakit malaria, filariasis, diare.



KELOMPOK 9 PBL II DESA AMBAWANG, KECAMATAN BATU AMPAR, TANAH LAUT




~MARI WUJUDKAN ASRI "AMBAWANG BERSIH BERSERI", AYO BUANG SAMPAH KE TPS~
Masalah pembakaran sampah di Kabupaten Tanah Laut mulai ditangani warga Desa Ambawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut dengan terbangunnya satu buah Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah. Desa Ambawang adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut.
Sejak tanggal 17 Januari 2018 bersama mahasiswa-mahasiswa yang tergabung di Kelompok 9 PBL (Pengalaman Belajar Lapangan) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat yang beranggotakan Muhammad Andri Hasymi Fairiza, Muhammad Reyzaldy Rahim, Akmaliyani, Nor Riski, Sartika, dan Selfi Oktafiani.
Melalui kegiatan intervensi, warga disuluh tentang pengelolaan sampah yang baik dengan membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Selain melakukan penyuluhan, bersama dengan warga, mahasiswa bersama warga desa membangun TPS pertama di Desa Ambawang. Kegiatan yang  terlaksana, dalam rangka menjadikan warga Desa Ambawang lebih peduli pada kesehatan dengan lebih memilih membuang sampah ke TPS daripada membakar sampah rumah tangga. Warga sangat mengapresiasi kegiatan penyuluhan dan pembangunan TPS yang telah terlaksana sampai tanggal 1 Februari ini. Hal itu terbukti dengan keaktifan dan antusiasme warga yang mengikuti penyuluhan, berpartisipasi aktif dalam membangun TPS dan sudah mulai membuang sampah ke dalam TPS.
"Kami selaku mahasiswa yang PBL di Desa Ambawang ini berharap apa yang sudah kami bangun bersama warga melalui pemberdayaan ini dapat membantu warga dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi warga sini."
 
Copyright © 2016 HIMA KESMAS ULM
Design by ICT HIMA PSKM |